Minggu, 12 Juni 2011

Hijau - Agnes Jessica


Bapa ku melihatMu melukis di atas kanvas besar

Kau menaruh teman-temanku di atasnya

Taruh aku juga di situ Bapa



Bila kanvas itu masih kosong

Biarkan aku mewarnai

padang rumput yang luas

Atau menjadi latar belakang yang lebar



Bila kanvas itu sudah hampir penuh

Biarkan aku masuk ke sela-sela yang kecil

Menjadi sehelai daun

Atau seekor belalang sembah



Namun

Bila aku belum cukup layak untuk ikut mengisinya

Biarkan aku dicampur dengan warna lain

Untuk menyelesaikan maha karya-Mu

Kamis, 24 Maret 2011

Permintaan & Penawaran dalam Ilmu Ekonomi

Hukum Permintaan (ceteris paribus) :
jumlah produk yang di minta berbanding terbalik dengan harga,maksudnya jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Kondisi ini bersifat ceteris paribus artinya semua faktor yang mempengaruhi berlakunya hukum permintaan dianggap tetap.

Hukum Penawaran :
jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga, maksudnya jika harga naik maka jumlah permintaan juga akan naik dan sebaliknya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen.
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap.
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen.
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan.
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya / intensitas kebutuhan konsumen.
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan.
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan.
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak.
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap.
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan.
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Kurva Permintaan
Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan.
Berikut contoh permintaan, Ada seseorang yang ingin membeli buah jeruk, berikut tabel harga jeruk beserta permintaan jeruknya :

Tabel 17.3 Permintaan Jeruk DesiDari tabel di atas bisa dibuat grafik. Kurva permintaan ini memiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun, jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus). Berikut adalah kurva permintaan Buah Jeruk :

Kurva Penawaran
Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif artinya variable – variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas.
Untuk membuat kurva penawaran kita gunakan tabel yang ada sebelumnya. Dibawah ini adalah kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Kurva penawaran mempunyai slope positif, artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.


Sumber : http://www.wilhan.co.cc/2011/03/hukum-permintaan-dan-penawaran.html
http://akhmaddwi.blogspot.com/2011/03/permintaan-penawaran-beserta-kurvanya.html

Kamis, 30 Desember 2010

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.
Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini.
Teori Genetis (Keturunan). Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis.
Teori Sosial. Jika teori pertama di atas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi, maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
Teori Ekologis. Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga. Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. Namun demikian, penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik.
Selain pendapat-pendapat yang menyatakan tentang timbulnya gaya kepemimpinan tersebut, Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu sendiri, bawahan, serta situasi di mana proses kepemimpinan tersebut diwujudkan. Bertolak dari pemikiran tersebut, Hersey dan Blanchard (1992) mengajukan proposisi bahwa gaya kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi dari pimpinan (p), bawahan (b) dan situasi tertentu (s)., yang dapat dinotasikan sebagai : k = f (p, b, s).
Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi dan konseptual. Sedangkan bawahan adalah seorang atau sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah disepakati bersama guna mencapai tujuan. Dalam suatu organisasi, bawahan mempunyai peranan yang sangat strategis, karena sukses tidaknya seseorang pimpinan bergantung kepada para pengikutnya ini. Oleh sebab itu, seorang pemimpinan dituntut untuk memilih bawahan dengan secermat mungkin.
Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah suatu keadaan yang kondusif, di mana seorang pimpinan berusaha pada saat-saat tertentu mempengaruhi perilaku orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada beberapa tahun yang lalu tentunya tidak sama dengan yang dilakukan pada saat sekarang, karena memang situasinya telah berlainan. Dengan demikian, ketiga unsur yang mempengaruhi gaya kepemimpinan tersebut, yaitu pimpinan, bawahan dan situasi merupakan unsur yang saling terkait satu dengan lainnya, dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinan.
a. Tipologi Kepemimpinan
Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).
Tipe Otokratis. Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi; Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi; Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata; Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat; Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya; Dalam tindakan pengge-rakkannya sering memperguna-kan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
Tipe Militeristis. Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan; Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya; Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan; Sukar menerima kritikan dari bawahannya; Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
Tipe Paternalistis. Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa; bersikap terlalu melindungi (overly protective); jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.
Tipe Karismatik. Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
Tipe Demokratis. Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia; selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya; senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun, karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis.

Sumber:
http://elqorni.wordpress.com/2008/04/24/perkembangan-paradigma-kepemimpinan-gaya-tipologi-model-dan-teori-kepemimpinan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

Senin, 29 November 2010

Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi merupakan sebuah elemen yang sangat penting dalam sebuah kehidupan manusia, terutama dalam organisasi. Larena dengan komunikasi seseorang dapat berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang dapat menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa pengertian komunikasi yang di jelaskan oleh para ahli, dia antaranya adalah :
1. Menurut Keith Davis, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain.
2. Menurut Koontz O’Donnell, komunikasi adalah sebagai suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang yang lain.

Adapun dalam komunikasi mempunyai beberapa unsur yang harus ada, di antaranya :
• Harus ada si pembawa berita atau biasa disebut komunikator (sender).
• Harus ada si penerima berita atau biasa disebut komikan (receiver).
• Berita atau informasi yang akan disampaikan.

Berikut ini merupakan cara-cara komunikasi yang dilakukan melalui :
- Komunikasi langsung, komunikasi yang dilakukan dalam menyampaikan berita laporan maupun perintah antara si pengirim berita kepada si penerima berita dilakukan secara langsung.
- Komunikasi tidak langsung, komunikasi melalui orang atau melalui media lain.
- Komunikasi horizontal, komunikasi yang bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan sesama karyawan maupun bertujuan untuk melakukan koordinasi dalam bekerja sama.
- Komunikasi Formal, komunikasi yang dilakukan antara sesama anggota organisasi disesuaikan dengan urutan/tingkat dalam struktur organisasi.
- Komunikasi Informal (the Grapevine), komunikasi ini terjadi karena adanya komunikasi antar sesame karyawan dalam suatu organisasi.

Senin, 18 Oktober 2010

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

Ciri-ciri dari Organisasi adalah :

- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)

- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)

- Adanya tujuan

- Adanya sasaran

- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati

- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Selain itu unsur-nsur dari organisasi adalah :

* Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
organisasi merupakan tampat yang baik untuk saling bekerja sama satu dengan yang lainnya.

• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
organisasi bukan tempat untuk seseorang bekerja sendiri, tapi dalam sebuah organisasi, ada proses kerjasama antara dua orang atau lebih


• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
dalam sebuah organisasi terdapat tingkatan-tingaktan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan kedudukan seseorang

• Ada tujuan tertentu
sebuah organisasi harus memiliki suatu tujuan

Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏
a. Teori Birokrasi
b. Teori Administrasi
c. Manajemen Ilmiah

• Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)‏
Menekenakan pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan

• Teori Organisasi Modern
Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan

Rabu, 13 Oktober 2010

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE

Pada dasarnya arti organisasi adalah pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.( Menurut Stoner)

Organisasi di bagi dua bagian :
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Sedangkan Metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan.
Dari beberapa sumber yang saya dapat mengenai organisasi dan metode. Saya mendapatkan bahwa organisasi sangat berhubungan langsung dengan metode.
Organisasi merupakan elemen yang sangat penting melalui organisasi banyak hal yang bias kita dapatkan. Terutama dalam menyikapi hubungan social antar manusia. Dalam sebuah organisasi pasti ada metode agar suatu organisasi dapat berjalan sesuai yang di harapkan.
Organisasi juga sangat berkaitan erat dengan manajemen. Organisasi mempunyai struktur seperti piramida. Posisi paling atas merupakan posisi yang memiliki wewenang paling tinggi, untuk mengatur macam-macam kebijakan, begitu pula halnya dengan manajemen.
Jadi dapat di simpulkan antara organisasi, metode, dan manajemen saling berhubungan satu sama lainnya. Jika kita beroganisasi pasti dalam organisasi tersebut terdapat metode, dan harus memiliki manajemen yang baik pula.

Rabu, 25 Agustus 2010

My Beautiful Rose

Suasana café malam ini tidak begitu ramai. Terlihat beberapa bangku yang kosong. Tapi malam ini terasa cukup nyaman, dengan iringan live music yang membawakan lagu-lagu jazz romantic. Rasa- rasanya sangat tepat jika ku utarakan maksudku padanya malam ini. Aku mengambil tempat paling pojok di café itu, yang sudah sebelumnya ku pesan.
Beberapa kali ku lirik arlojiku melihat waktu yang sudah sepuluh menit berlalu dari janji yang kami sepakati tujuh lewat sepuluh. Tak biasanya dia terlambat jika sudah membuat janji. Beberapa lagu jazz yang tenang terus beralun.
Dari kejauhan kulihat seorang wanita cantik, menggunakan dress berwarna merah gelap, dan rambutnya terurai indah. Ya itu wanita yang ku tunggu-tunggu sedari tadi. Cantik sekali dia malam ini. Ku lambaikan tangan agar dia bisa menemukan tempat special yang sudah ku tempati. Wanita cantik itu menghampiriku, dan berjalan begitu anggun.
“Hai, lama sekali kau datang.” Sapaku sambil menarik tangannya dan mencium permukaan tangan indah itu. “I’m sorry honey, ada beberapa hal yang harus ku urus terlebih dahulu.” Katanya sambil meletakan badannya di bangku. Kami duduk berhadapan.
“Kamu mau makan apa sayang?” tanyaku lembut. “Terserah kamu.” Godanya sambil menyentuh daguku. Selalu seperti itu sentuhan-sentuhan lebutnya sangat membuatku tersentuh. Ku angkat tanganku agar waiters memberikan menunya kepadaku. Setelah ku pesan beberapa makanan, waiters mengambil menunya dan segera membuatkan pesanan kami.
“Lain kali ajak aku makan di kaki lima aja, honey. Lebih bebas dan gak perlu sok anggung kaya gini.” Aku hanya tersenyum mendengarnya. Memang lucu sekali wanita di depanku ini. Dia sangat cantik dan anggun, tidak usah dibuat-buat pun dia sudah sangat anggun. Tapi dia paling risih jika aku mengajaknya makan malam di café mewah seperti ini.
“Ok, besok kita makan di pecel lele langganan kita..” kataku sambil terus tersenyum melihat tingkah wanita di hadapanku ini. Setelah menunggu akhirnya pesanan kami datang.
“Trimakasih.” Katanya ramah kepada waiters yang membawakan pesanan kami.
Wanita ini memang sangat ramah kepada setiap orang. Bahagianya aku bisa memilikinya. Saatnya makan, selalu seperti ini. Dia tidak mau berbicara banyak saat makan. Seakan- akan sedang berkonsentrasi dengan makanannya. Aku pun mengerti. Ku lihat semakin malam café ini semakin ramai. Beberapa pasangan yang sangat serasi kulihat memasuki pintu café tempat kami makan malam ini.
Setelah kulihat makanan dipiringnya hampir habis, barulah ku mulai pembicaraan.
“Bagaimana dengan baju yang akan kita gunakan saat resepsi nanti, kamu sudah melihatnya?”
“Belum, rencananya sabtu ini. Kita pergi berduakan?”
“Iyalah honey..” kecupku mendarat di pipinya yang halus.
“Sebentar ya, aku kebelakang sebentar.” Kataku.
Aku menuju kearah live music yang ada di depan. Ku utarakan maksudku kepada mereka. Ternyata mereka mengizinkannya. Aku meminta mereka menyanyikan lagu Endless Love.
My love there’s only you in my life.. lagu itu mulai melantunkan nada-nadanya. Ku tarik nafas panjang, lalu aku mulai naik ke atas panggung dan memegang microphone. Terlihat ekspresi kaget dari wanitaku itu.
“Selamat malam semuanya. Malam ini, saya ingin mengungkapkan secara umum kepada semuanya. Karna saya ingin semua orang tahu betapa bahagianya saya saat ini. 2 bulan lagi saya akan menikah.”
“Wuihhh..!!” terdengar suara para pengunjung café itu memberi dukungan kepada saya
Lanjutku . “Saya sangat berntung karna, wanita cantik yang duduk di meja itu yang akan menjadi pendamping hidupku.” Tunjukku kearah wanitaku yang sangat cantik itu. Tak ayal semua mata tertuju padanya. Smentara lagu tetap beralun.
I know I founded you my Endless love..
Oh yess you be the only one..
“Nona cantik boleh naik keatas panggung?” ajakku padanya. Dengan tersipu dia menuju ke atas panggung itu dan berdiri disampingku. Langsung ku genggam tangannya, dank u berlutut di hadapannya. Sementara lagu request-an ku yang ke dua sudah di alunkan The Rose.
“Aku memang sudah melamarmu waktu itu. Tapi saat ini aku mau semua orang tahu, betapa aku sangat mencintaimu. Aku mau menghabiska sisa hidupku bersamamu. Aku mau setiap pagi orang yang pertama kulihat adalah kamu. So, will you marry me?”
Wanita itu mendekap mulutnya dengan tangannya, menahan haru yang terpancar dari sorotan matanya. Lalu dengan mantap dia mengangguk tanda setuju. Di sertai tepuk tangan dan sorak dari para pengunjung café itu. Kuminta untuk memutar sekali lagi lagu The Rose. Ku tarik tangan wanitaku dan ku bawa dia ke lantai dansa. Ku lingkarkan tanganku di pinggangnya. Ku dekatkan bibirku ke arah telinganya dan berbisk. “I love you honey.”

When the night has been too lonely
and the road has been too long..
The love is only for the lucky and the strong.
Just remember in the winter
Far beneath the bitter snow
Lies the seed that with the suns love
In the spring become the rose..